| |
| |
26/02/2002(SEN.)No.1
|
MASALAH
BANJIR DI INDONESIA
Hari rabu tepatnya tanggal 30 Januari
2002, Banjir besar melanda Indonesia dan banjir itu disebut
banjir Nasional, Karena tidak satu orang pun yang dapat
menolak bencana itu. Bencana tahun ini adalah bencana
berbesar untuk kedua kalinya setelah 6 tahun yang lalu,
tepatnya pada tahun 1996, Indonesia pernah mengalami banjir
besar, tapi tidak terlalu banyak memakan korban jiwa.
Dan untuk tahun ini sangat banyak memakan korban jiwa
dan harta benda mereka yang tidak dapat diselamatkan.
Banjir untuk tahun ini disebabkan oleh hutan-hutan yang
gundul dan penambang-penambang liar yang sudah tak terkendali
serta bangunan-bangunan rumah yang menyalahi aturan, di
karnakan pemerintahnya yang serakah akan kekuasaan dan
memikirkan dirinya sendiri, Walaupun menyalahi aturan
tapi masih tetap mambangun, walaupun menyalahi prosedur
yang ada yang seharusnya.
Tanah tersebut untukpenyerapan air malah dibuat pembangunan
rumah dan lapangan golf maka mengakibatkan banjir yang
melanda kota Jakarta disebabkan juga karena adanya KKN(Kolusi,
Korupsi, dan Nepotisme). Dan didalam pembangunan tersebut,
Gubernur DKI Jakarta akan menindak tegas bagi siapa-siapa
yang menyalahi aturan-aturan tersebut.
Belum lagi yang berada diluar Jakarta seperti Jawa dan
sekitarnya, akibat curah hujan yang terlalu besar dan
hutan-hutannya yang gundul maka terjadilah nanjir dan
tanah longsor yang cukup banyak memakan korban jiwa, Sementara
dilain pihak banjir yang besar membuat kerugian bagi para
petani yang akan segera panen, karena ketinggian air mencapai
±3 meter.
Sedangkan di Jakarta sendiri ketinggian air kira-kira
mencapai ±3 meter dan ±1,5 meter, itu pun di tempat yang
berbeda.
Oleh karena itu warga Jakarta berharap agar gubernur
DKI(Daerah Khusus Ibukota) secepatnya dapat menanggulangi
bencana banjir yang terjadi terutama di jakarta, dan warga
masyarakat pun berharap agar Gubernur benar-benar memperhatikan
tatacara penanggulangan dengan cara penghijauan di Jakarta,
dan diperkecilnya penebangan pohon secara liar di hutan-hutan,
dilestarikannya lagi hutan bakau yang sekarang ini sudah
sangat jarang ditemui serta di tindak lanjuti penebang
liar, agar tidak terjadi lagi musibah longsor karena cara
pengolahannya yang menyalahi aturan dan tidak memikirkan
akibat yang akan menimpa banyak orang, dengan cara penghijauan
hutan-hutan yang sudah gundul akibat penebangan liar dan
pembadahan du kota Jakarta dengan cara pembuatan taman-taman
kota agar dapat menyerap air, dan hal tersebut diatas
merupakan cara-cara dalam menanggulangi bencana banjir
di kota Jakarta seperti yang dialami sekarang ini.
Dan pemerintah kota juga menghimbau kepada seluruh masyarakat
agar tidak membuang sampah di sembarang tempat karena
sampah merupakan selah satu faktor terjadinya banjir.
karena apabila kita membuang sampah pada tempatnya maka
akan tercipta sesuatu yang tidak kita duga, misdnya terciptanya
lingkungan yang bersih dan jauh dari bencana.
|
| |
Dari
ARAB
|
|
|
|